loading...

BUNDA , JANGAN SIMPAN TELUR DALAM KULKAS,, ! INILAH AKIBATNYA JIKA ANDA SERING MENYIMPAN TELUR DI DALAM KULKAS.. {{ SEBARKANLAH }}


Karena Aku Wanita - Seringkali kita, terutama para ibu rumah tangga berbelanja kebutuhan dapur atau bahan makanan dalam jumlah banyak agar dapat digunakan untuk beberapa hari ke depan. Untuk bisa menjaga kesegarannya, biasanya kita menyimpannya di dalam kulkas atau lemari es. Seperti daging, sayur, buah, bumbu dapur, dan tak terkecuali telur. Semuanya kita masukkan ke dalam kulkas dengan tujuan supaya bahan-bahan makanan itu lebih tahan lama serta terjaga kesegarannya.

Kebiasaan yang kerap diterapkan oleh kebanyakan orang masa kini itu ternyata salah, terutama dalam hal menyimpan telur ke dalam lemari es. Meski hal ini telah menjadi satu hal yang populer serta dilakukan nyaris setiap hari, namun apabila diperhatikan dari sisi baik serta buruknya, cara demikian ternyata oleh para ilmuwan dinyatakan menjadi suatu hal yang kurang baik. Karena hal itu bakal bisa jadi satu masalah yang serius bila telur itu terus menerus disimpan di tempat yang dingin.

Hal demikian dapat dilihat dari beberapa faktor yang ada, mulai dari sisi reaksi telur itu saat ditaruh di lemari es. Sehingga menimbulkan dampak jelek bagi orang yang mengkonsumsinya. Sementara dari sisi perbandingan rasa juga berpengaruh saat telur yang ada di lemari es itu diolah untuk jadi menu makanan.

Serta perlu kita ketahui, kalau sebenarnya kebiasaan menyimpan telur di lemari es ini, pada mulanya diterapkan oleh masyarakat yang ada di Amerika. Lalu lambat laun kebiasaan ini telah merambat ke bebagai Negara, termasuk di negara kita tercinta. Serta bagi kebanyakan orang yang menyimpan telur dalam lemari es ini, meyakini bahwa bila telur yang diletakkan di kulkas atau tempat dingin, jadi akan bisa terhindar dari bakteri salmonella. Selain itu, bahwa menyimpan telur di lemari es juga bisa mengurangi risiko akan terkena keracunan telur, bahkan rasanya juga juga bisa lebih nikmat.

Akan tetapi semua anggapan itu sekarang telah terbantahkan oleh ada hasil penemuan, kalau menyimpan telur dalam lemari es memiliki dampak yang buruk, baik itu dari sisi rasa maupun hingga pengaruhnya untuk kesehatan tubuh. Dimana berdasarkan pada aturan pemasaran telur yang ada di Eropa, menunjukkan kalau bila telur disimpan dalam lemari es, lalu dikeluarkan selama beberapa saat, jadi akan mengalami perubahan suhu secara drastis. Sehingga dari situ akan meningkatkan pertumbuhan bakteri pada cangkang telur, Lalu akan merembes ke dalam telur. Tentunya hal demikian jadi kurang aman untuk dikonsumsi bukan ?

 Hal demikian bisa dilihat dari beberapa faktor yang ada, mulai dari sisi reaksi telur itu saat ditaruh di lemari es. Sehingga menimbulkan dampak jelek untuk orang yang mengkonsumsinya. Sementara dari sisi perbandingan rasa juga berpengaruh saat telur yang berada di lemari es itu diolah untuk menjadi menu makanan.

Serta perlu kita ketahui, kalau sebenarnya kebiasaan menyimpan telur di lemari es ini, pada mulanya diterapkan oleh masyarakat yang ada di Amerika. Lalu lambat laun kebiasaan ini telah merambat ke bebagai Negara, termasuk di negara kita tercinta. Serta bagi kebanyakan orang yang menyimpan telur dalam lemari es ini, meyakini kalau bila telur yang diletakkan di kulkas atau tempat dingin, jadi bakal bisa terhindar dari bakteri salmonella. Selain itu, kalau menyimpan telur di almari es juga bisa mengurangi resiko bakal terkena keracunan telur, bahkan rasanya juga juga bisa lebih nikmat.

Akan tetapi semua anggapan itu sekarang telah terbantahkan oleh ada hasil penemuan, kalau menyimpan telur dalam almari es memiliki efek yang jelek, baik itu dari sisi rasa maupun hingga pengaruhnya untuk kesehatan badan. Di mana berdasarkan pada aturan pemasaran telur yang ada di Eropa, menunjukkan kalau bila telur disimpan dalam lemari es, lalu dikeluarkan selama beberapa waktu, jadi akan alami perubahan suhu secara drastis. Sehingga dari situ akan meningkatkan pertumbuhan bakteri pada cangkang telur, Lalu akan merembes ke dalam telur. Tentunya hal sekian jadi kurang aman untuk dikonsumsi bukan ?