loading...

SUBHANALLAH,,,!!! Orang Beriman Kematiannya Ditangisi Langit dan Bumi ((BANTU SHARE))


Suatu hari, Abdullah bin Abbas didatangi seorang tamu laki-laki. Setelah bertemu, laki-laki tersebut bertanya, “Hai Abdullah bin Abbas, bagaimanakah pendapatmu tentang firman Allah SWT dalam surah ad-Dukhan ayat 29?”

“Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh.” (Qs. ad-Dukhan [44]: 29)

Lalu tamu lelaki melanjutkan pertanyaanya, “Maka apakah langit dan bumi dapat menangisi atas kematian seseorang?”

“Ya,” jawab Abdullah bin ‘Abbas, “sesungguhnya tiada seorang makhluk pun, melainkan mempunyai pintu di langit.” Dari pintu di langit itu, “Diturunkan rezeki seorang makhluk dan melaluinya amal perbuatannya dinaikkan.” Pintu langit itu akan tetap terbuka hingga seseorang wafat. Jelas Abdullah bin Abbas, “Maka apabila seorang mukmin meninggal dunia, pintunya di langit-tempat naiknya amal dan turunnya rezeki-ditutup.” Sebab ditutup itulah, “Langit merasa kehilangan,” lanjutnya menerangkan, “sehingga langit menangisinya.”

Selain pintu di langit tempat turunnya rezeki dan naiknya amal shaleh yang ditutup, merasa kehilangan, kemudian menangis, ada pula tempat di bumi yang merasakan


hal serupa.“Dan,” terus Abdullah bin Abbas, “tempat dia biasa mengerjakan shalatnya di bumi, serta tempatnya biasa berdzikir kepada Allah SWT,” kesemuanya itu, “merasa kehilangan,” sehingga, “bumi pun menangisinya.”

Terkait penafsiran ayat 29 surah ad-Dukhan ini, Abdullah bin Abbas melanjutkan penjelasannya, “Sesungguhnya kaum Fir’aun tidak mempunyai jejak-jejak yang baik di bumi, tidak pula memiliki kebaikan yang dinaikkan ke langit.” Karenanya, “Langit dan bumi tidak menangisi atas kematian mereka.”

Betapa mulianya orang beriman, yang kematiannya akan ditangisi langit dan bumi. Masih dalam rangkaian penjelasan tafsir yang dikutip Imam Ibnu Katsir, Imam Mujahid menyampaikan salah satu pendapatnya yang dikutip Abdullah bin Abbas dari sebuah sumber, bahwa bumi menangisi kematian seorang mukmin selama empat puluh hari.

Mujahid pun bertanya, “Apakah bumi dapat menangis?” Abdullah bin Abbas menjawab, “Apa engkau merasa heran? Mengapa bumi tidak menangisi kematian seseorang yang telah meramaikannya dengan rukuk dan sujud pada-Nya?” Pungkasnya, “Dan mengapa langit tidak menangisi kematian seorang hamba yang takbir dan tasbihnya berkumandang seperti suara lebah?”

Itulah kenyataan yang ada dan akan terjadi bilamana ada seorang mukmin yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.