loading...

(Bantu Share Ya) WASPADA !! Jangan Sampai Kalian Menjadi Korban Virus HIV/AIDS Yang Berikiutnya. Mari Kita Kenali Apa Saja Gejala, Penyebab Dan Pencegahan Virus HIV/AIDS Dibawah Ini


Pengertian penyakit HIV/AIDS. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau syndrome penurunan kekebalan tubuh yang di dapat, yaitu infeksi yang dikarenakan oleh virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV/AIDS mengacu pada situasi seorang yang tidak lagi mempunyai sistem kekebalan tubuh hingga beragam jenis penyakit bisa menyerang serta sangatlah susah untuk disembuhkan. Hampir seluruhnya penderita AIDS berakhir dengan kematian, lantaran sampai sekarang ini penyakit AIDS belum ada obatnya.

Penderita penyakit AIDS di Indonesia selalu bertambah dari tahun ke tahun. Kondisi ini pasti sangatlah memprihatinkan. Pada awal tahun 2004 ada enam provinsi yang diprioritaskan berhubung tingginya jumlah masalah HIV/AIDS, yakni Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat serta Riau. Lalu pada akhir 2004 jadi tambah enam provinsi lagi yakni Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Banten.

Penyakit AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV. Tetapi tidak kebanyakan orang yang terinfeksi HIV akan alami gejala AIDS. AIDS bisa ditularkan melalui hubungan s*ksual, persalinan serta menyusui, serta kontak darah dengan penderita.

Gejala infeksi HIV/AIDS

Gejala infeksi tahap awal

Beberapa besar orang yang terkena infeksi HIV tidak menyadari ada gejala infeksi HIV tahap awal. Lantaran, tak ada gejala mencolok yang terlihat segera sesudah terjadi infeksi awal, bahkan mungkin saja hingga bertahun-tahun kemudian. Walau infeksi HIV tidak dibarengi gejala awal, seorang yang terinfeksi HIV bakal membawa virus HIV dalam darahnya. Orang yang terinfeksi itu bakal sangatlah gampang menularkan virus HIV pada orang lain, terlepas dari apakah pasien itu lalu terserang AIDS atau tidak. Untuk memastikan apakah virus HIV ada didalam tubuh seorang yaitu dengan tes HIV.

Gejala infeksi tahap menengah

Tanda-tanda infeksi HIV pada tahap menengah telah lebih jelas, umpamanya flu yang berulang-ulang : lesu, demam, berkeringat, otot sakit, pembesaran kelenjar limfe, batuk.

Tanda-tanda infeksi HIV yang lain yakni infeksi mulut serta kulit yang berulang-ulang, seperti sariawan, atau beberapa gejala dari infeksi umum lain yang selalu kambuh lantaran penurunan kekebalan tubuh.

Gejala infeksi tahap akhir

Tanda-tanda infeksi HIV tahap akhir disebut juga tanda-tanda AIDS, yakni berat badan alami penurunan dengan cepat, diare kronis, batuk, sesak nafas (infeksi paru-paru, tuberculosis yang sudah meluas), bintik-bintik atau bisul berwarna merah muda atau ungu (kanker kulit yang disebut sarcoma kaposi), pusing-pusing, bingung, infeksi otak.

Penyebab penyakit HIV/AIDS

Penyebab penyakit HIV/AIDS yaitu infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh hingga beberapa sel pertahanan tubuh semakin lama semakin banyak yang rusak. Pasien infeksi HIV jadi sangatlah rawan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, pasien tidak bisa tahan pada kuman-kuman yang secara normal dapat dilawannya dengan mudah.

Infeksi HIV ditularkan lewat hubungan badan baik v*gina, anus, serta kontak dengan darah pasien HIV, seperti melalui jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, dan transplantasi organ tubuh.

Jika anda merasa sudah terserang infeksi HIV cepatlah periksa ke dokter. Jauhi beberapa tempat yang banyak serangan penyakit. Tidak melakukan hubungan tubuh serta menghindar kehamilan, dan janganlah jadi donor darah, sp*rma, maupun organ tubuh.

Juga sebagai penambahan : infeksi HIV/AIDS tidak dapat


ditularkan melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan serta berpelukan. Makanan atau alat-alat makan. Toilet serta kolam renang. Gigitan nyamuk atau serangga lain dan donor darah yang bebas virus HIV.

Cara pencegahan penyakit HIV/AIDS

Mencegah penyakit HIV/AIDS relatif lebih gampang dibanding dengan mengobatinya. Mencegah penyakit HIV/AIDS bakal makin penting berarti berhubung penyakit ini belum diketemukan obatnya. Di bawah ini cara-cara pencegahan penyakit HIV/AIDS :

Setialah dengan suami atau istri anda. Kerjakan hubungan s*ksual cuma dengan pasangan hidup anda (safe s*ks).
Hindari s*ks bebas (free s*ks). Janganlah lakukan hubungan tubuh dengan pekerja s*ksual (PSK) atau berganti-ganti pasangan.
Pakai k*ndom dengan cara benar dalam berhubungan s*ksual, kecuali untuk pasangan-pasangan yang menginginkan bayi. K*ndom dapat turunkan kemungkinan infeksi namun tidak bisa mencegahnya dengan cara keseluruhan. K*ndom yang terbuat dari selaput (membrane) binatang terlalu tipis agar bisa membuat perlindungan.
Jauhi penyalah-gunaan obat terlarang, narkoba serta pemakaian jarum suntik bersama-sama.
Apabila mau akupunctur, tattoo, atau tindik telinga yakinkan bahwa alat-alat yang digunakan sudah disterilkan.
Jika memang perlu operasi, baiknya minta transfuse darah autologous, yakni donor darah untuk nantinya digunakan sendiri

Kewaspadaan umum untuk mencegah infeksi HIV/AIDS
Prinsip kewaspadaan dalam menghindari penyakit AIDS mutlak dibutuhkan untuk mereka yang rentan pada penularan infeksi HIV. Prinsip ini di kenal juga sebagai prinsip kewaspadaan umum (general precaution), yaitu dasar perihal langkah pengendalian infeksi membuat perlindungan beberapa pekerja medis, pasien, ataupun orang lain hingga mereka terlepas dari beragam penyakit yang disebarkan lewat darah serta cairan tubuh tertentu.

Kewaspadaan umum dalam mencegah infeksi hiv aids meliputi :

Langkah mengatasi serta membuang benda-benda tajam yang bisa menyebabkan luka, sayatan atau tusukan. Termasuk juga dalam hal semacam ini yaitu jarum, jarum hipodermik, pisau bedah, gunting, perangkat infus, gergaji, pecahan kaca, dan sebagainya.
Bersihkan tangan dengan sabun serta air saat sebelum ataupun setelah melakukan semua prosedur operasi.
Menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan, jubah, masker, serta kacamata pelindung apabila terpaksa mesti bersentuhan langsung dengan darah serta cairan tubuh yang lain.
Lakukan pembersihan atau desinfeksi peralatan kerja dan sebagainya yang terkontaminasi.
Penanganan tempat tidur, seprei kotor, lantai yang terserang noda dengan cara tepat.

Sekalipun prinsip kewaspadaan umum untuk mencegah hiv aids ini terlebih ditujukan pada beberapa pekerja medis, tidak ada salahnya apabila kita semua waspada serta siaga untuk mencegah terjadinya luka yang dikarenakan oleh jarum, pisau, gunting serta peralatan tajam yang lain. Terlebih apabila kita hidup berdampingan dengan orang yang terkena infeksi HIV.

Untuk mengecek apakah seorang terserang hiv aids atau tidak, saat ini hal semacam itu telah dapat dilakukan dengan lebih mudah, yakni dengan alat test hiv aids. Alat ini sangatlah praktis serta bermanfaat lantaran orang yang berkaitan dapat mengerjakannya sendiri dirumah. Menurut produsennya alat ini mempunyai tingkat akurasi yang tinggi.

Sekelebat, langkah kerja alat deteksi hiv aids ini seperti kombinasi pada alat tes gula darah dengan alat test kehamilan. Supaya lebih terang silakan lihat video langkah memakai alat test hiv aids di bawah ini.

Tak ada satu orangpun didunia yang mau terserang penyakit hiv aids. Tetapi bila sesudah memakai alat test hiv aids yang berkaitan terindikasi positif. Berharap segera menghubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Akhirnya, mengaplikasikan pola hidup sehat serta setia pada pasangan suami atau istri anda mungkin saja yaitu langkah paling sederhana yang bermanfaat supaya terlepas dari penyakit HIV/AIDS yang mematikan ini.

http://breaking-news564.blogspot.com/2015/11/bantu-share-ya-waspada-jangan-sampai.html