loading...

SEBARKAN!!!!!!!!!! Ternyata Rasulullah Melarang Suami yang Bepergian Pulang pada Malam Hari


Satu diantara pesan Rasulullah sekalian adab dalam bepergian yaitu, jangan sampai seseorang lelaki yang bepergian (safar), ia pulang mendatangi istrinya pada malam hari. Kenapa?

Dalam kitab Al Ishabah, Ibnu Hajar Al Asqalani bercerita asbabul wurud hadits yang melarang pulang safar pada malam hari.

Sudah sekian hari teman dekat itu bepergian. Serta malam ini, ia pulang ke Madinah serta segera menjumpai istrinya. BegituBegitu kaget dianya, nyatanya ada seorang yang bertubuh tinggi besar tidur di samping istrinya. Ia segera menghunus pedang serta punya niat menebas orang itu. Untungnya, ia lebih dahulu mencolek istrinya dengan pedang itu serta ajukan pertanyaan, “Siapa orang ini? ”

“Ini Fulanah, si tukang sisir. Ia tadi meriasku serta lantaran terlambat pulang, ia bermalam disini, ” jawab sang istri.

Alhamdulillah… nyaris saja ia lakukan kekeliruan fatal bila saja tak bersabar serta segera menebaskan pedangnya ke orang itu, yang nyatanya yaitu wanita tukang sisir.

Paginya, selesai shalat Subuh, teman dekat ini menghadap Rasulullah serta bercerita kisahnya semalam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,
إِذَا دَخَل�'تُم�' لَي�'لاً فَلاَ يَأ�'تِيَنَّ أَحَدُكُم�' أَه�'لَهُ طُرُوقاً

“Jika salah seseorang dari kalian lama bepergian, jangan sampai ia mendatangi istrinya pada malam hari” (HR. Ahmad)

Kenapa Rasulullah melarang seseorang suami pulang safar menjumpai istrinya pada malam hari? Dalam kisah yang lain dijelaskan alasannya.
إِذَا قَدِمَ أَحَدُكُم�' لَي�'لاً فَلاَ يَأ�'تِيَنَّ أَه�'لَهُ طُرُوقًا حَتَّى تَس�'تَحِدَّ ال�'مُغِيبَةُ وَتَم�'تَشِطَ الشَّعِثَةُ

“Jika salah seseorang dari kalian datang saat malam hari jadi jangan sampai ia mendatangi istrinya. (Berilah berita terlebih dulu) supaya wanita yang ditinggal suaminya mencukur bulu-bulu kemaluannya serta menyisir rambutnya” (HR. Muslim)

Berikut alasannya. Saat ditinggal suaminya lama bepergian, lantas mendadak suaminya datang pada malam hari, di kuatirkan istrinya itu tak siap menyambutnya. Rambutnya masihlah berantakan. Bulu-bulu rahasianya mungkin saja juga tak tertangani serta baunya begitu tak enak. Karena itu menurut beberapa ulama, seseorang suami makruh pulang dari bepergian dengan cara mendadak pada malam hari, terlebih dengan cara sembunyi-sembunyi. Jikalau sangat terpaksa pulang pada malam


hari, disarankan untuk mengemukakan berita lebih dahulu.

Imam An Nawawi saat menerangkan hadits ini dalam Syarah Shahih Muslim, beliau menyampaikan kalau larangan ini berlaku untuk yang bepergian lama serta datang mendadak tanpa ada pemberitahuan. Mengenai musafir yang telah memberi tahu terlebih dulu, jadi tak termasuk juga dalam larangan ini.

“Adapun bila safarnya dekat serta istrinya juga menginginkan kehadirannya saat malam hari, ” jelas beliau, “maka pulang malam juga bisa. Demikian halnya bila sudah ada info awal yang menginformasikan kehadirannya pada istri serta keluarganya, hal semacam ini juga tak mengapa. ”

Imam Asy Syaukani menerangkan dalam Nailul Authar kalau hikmah dilarangnya musafir mendatangi istri saat malam lantaran peluang ia merasakan istrinya yang tidak mengerti kehadirannya, hingga ia tak siap bersihkan diri serta bersolek.

Kenapa suami butuh menginformasikan kehadiran serta istri butuh menyambutnya dengan rapi dan bersih? Sekianlah Islam mengatur sesuai sama fitrah manusia. Suami istri yang berpekan-pekan terpisah oleh safar pasti rasakan kerinduan serta menantikan kehangatan kasih sayang pada keduanya. Islam juga mensunnahkan untuk mensegerakan terkait sekembalinya suami dari safar. Pasti hal semacam itu dapat jalan dengan baik bila keduanya sudah siap ; bersih, harum, rapi. Beberapa teman dekat serta shahabiyah begitu tahu dengan sunnah ini. Tersebut kenapa saat Abu Thalhah pulang dari berjihad, Ummu Sulaim menyambutnya dengan hangat serta mengajaknya ke tempat tidur walau sekarang ini anaknya barusan wafat. Ummu Sulaim melupakan kesedihannya kehilangan putra serta tidak mau suaminya terpikirkan berita duka itu sampai kehilangan gairahnya. Oleh sebab kesabaran berikut, esok harinya Rasulullah mendoakan keberkahan untuk keduanya.

Bagaimana dengan jaman saat ini? Masihlah terlarangkan pulang malam dari bepergian, sesaat kadang-kadang kita bisa jadwal kendaraan (pesawat terbang atau kereta api) malam?

Di jaman dahulu, memberi berita kehadiran tak dapat dengan cara mendadak. Namun saat ini, semua jadi gampang karenanya ada alat komunikasi (telephone atau HP). Kita dapat menyampaikan kabar kepulangan kita lewat telephone, SMS, WhatsApp, BBM serta semacamnya. Hingga istri dapat bersiap-siap menyambut seperti sabda sang Baginda. Meski demikian, pulang sangat larut malam juga tak baik lantaran mungkin saja istri sudah tertidur atau tetangga terganggu dengan kehadiran kita.

Wallahu a’lam bish shawab.
sumber: keluargacinta.com