loading...

MAKIN MEMANAS..!!! TNI kirim 7 kapal perang ke Natuna dan AS kirim 1 kapal perangnya ..! berikut infonya

Laut China Selatan makin memanas, kondisi ini memaksa TNI kirim armada tempur ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Selain patroli pesawat tempur dari Lanud Pekanbaru, TNI juga kirim tujuh kapal perang untuk menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman China.



Pengerahan armada tempur untuk memberi deterrent effect pada sejumlah negara yang bersengketa di wilayah perairan itu, terutama China yang mengklaim wilayahnya dari Kepulauan Spartly hingga tujuh pulau di gugusan Kepulauan Natuna. “Saat ini ada tujuh KRI (kapal perang) yang kita siagakan disana (Natuna), ada juga pesawat hawa patroli maritim, ” jelas Kadispenal, Laksamana Muda (Laksma) Muhammad Zainuddin, kemarin.

Menurutnya, tiga KRI sudah ada Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Lantamal IV) Tanjung Pinang, yang merupakan Lantamal terdekat yang dipunyai Komando Armada Indonesia Lokasi Barat (Koarmabar). Tetapi waktu di tanya nama kapal perang itu, Zainuddin mengaku hal itu rahasia negara.


“Dengan penambahan tiga KRI itu, telah tujuh kapal perang yang disiagakan untuk memberi deterrent effect di lokasi itu. Terlebih dulu, telah ada empat KRI yang disiagakan. Diluar


itu, intensitas patroli hawa di lokasi itu juga ditingkatkan,





tambahnya.

Meski diprotes oleh sejumlha negara Asia Tenggara, China tetap menduduki Kepualuan Spartly. Bahkan negara gorden bambu itu sudah mereklamasi tujuh pulau karang untuk pembangunan pangkalan militer. Tidak hanya hingga di situ, China kemudian memperluas peta wilayahnya dengan memasukkan lokasi NKRI di Kepulauan Natuna sebagai wilayahnya.

Inilah yang lalu membuat buruk jalinan ke dua negara. Bahkan sikap tegas sudah ditunjukkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Di antaranya menolak ajakan Menteri Pertahanan (Menhan) China, Chang Wanquan, untuk menggelar latihan berbarengan di Laut China Selatan. Gatot beralasan, semuanya negara mesti menahan diri tidak untuk melakukan aktivitas militer di lokasi itu.

Terpisah, bekas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (pur) Marsetio mengatakan, penguatan armada tempur di lokasi Laut China Selatan sebagai hal yang mutlak dilakukan. “Di situ ada sumber daya yang besar, ” katanya di Kantor Lemhannas, Jakarta. Menurut dia, masalah daya bakal jadi sumber paling utama pertikaian antar bangsa di masa mendatang. Sebagai lokasi penyimpan daya, Laut China Selatan jadi daerah yang riskan. “Perang tak di eropa lagi, namun di kawasan yang menyimpan daya, ” ujarnya.
http://www.resep-sehat12345.com/2016/03/makin-memanas-tni-kirim-7-kapal-perang.html