loading...

IIHHH SEREMM ...!!! WARGA SEKAYU DI HEBOHKAN DENGAN ADANYA POHON PULAI BISA ' MENANGIS '

Warga Sekayu Heboh karena Ada Pohon Pulai Bisa ’Menangis’

Jadi Tontonan, Ada yang mengumpulkan Air untuk Obat
 Fenomena alam memang tidak bisa dipungkiri bisa terjadi di sekeliling kita. Bahkan kadang hal itu jauh dari jangkauan nalar serta akal manusia. Fenomena alam yang umum di buat singkat jadi keanehan, kali ini terjadi di Sekayu di mana satu pohon Pulai dapat menitikkan airmata.

 Percaya atau tak, keanehan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang-Jambi. Tepatnya di Dusun 1, Desa 108, pas di Simpang PT Aluk, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Keanehan itu terjadi pada salah satu pohon Pulai yang bisa mengeluarkan air mata. Pada bebrapa waktu tertentu, turun
 Keanehan yang awalnya hanya jadi bisik-bisik ini, akhirnya menyebar luas. Serta masyarakat juga jadi heboh. Tidak hanya warga Sekayu, namun juga warga dari tempat yang lebih jauh. Mereka juga akhirnya berbpndong-bondong ke tempat pohon pulai itu ada.

 Tidak hanya sekedar lihat, mereka yang datang juga miliki fikiran bermacam-macam. Ada yang menganggap itu sebagai keanehan biasa, namun ada yang yakin kalau itu adalah mukjizat. Jadi ada yang yakin bahwa air yang diteteskan pohon itu miliki khasiat obat. Sehingga ada sebagian warga ayang mengumpulkan tetesan air itu untuk obat.

 Sekitar jam 10. 00 WIB, kemarin (10/3) Palembang Pos juga mendatangi pohon aneh itu untuk membuktikan kebenarannya. Serta ternyata, di sekitaran pohon telah ada puluhan orang yang datang dengan maksud sama. Mereka yang rata-rata datang dengan kendaraan bermotor itu bergerombol dibawah pohon yang tingginya lebih 20 mtr. serta berdiri kokoh di tepi Jalinsum itu.
 Awal mula munculnya khabar pohon bisa menangis itu secara tidak berniat. Dituturkan Baharudin (35), petugas Sisi Pembersihan serta Pemotongan Jalur Pipa PT Pertamina, keanehan itu diketahui selesai dirinya menggergaji pohon itu menggunakan gergaji mesin karena ada pohon yang rubuh.

 ”Kejadian ini diketahui saat ada pohon yang tumbang. Karena dikira membahayakan, pohon ini (Pohon Pulai yang aneh, Red) akan ditebang, ” kata Baharudin.
 Saat ada di bawah pohon sebelum menebang, salah satu rekan Baharudin, yakni Anang (30), merasakan hal yang aneh. Pada saat itu kondisi jelas serta bersih. Namun Anang terasa seperti ada tetesan air seperti gerimis.
 ”Kok hujan gerimis, emangnya lagi hujan saat ini, ” tutur Anang seperti ditirukan Baharudin.

 Karena merasa aneh, keduanya juga mencari sumber teteasan air. Sebab waktu itu cuaca cerah. Mereka juga berkeyakinan air hujan turun dari pohon pulai itu.
 Mengalami hal aneh, Baharuddin serta beberapa rekannya mendapat firasat tak enak. Mereka juga akhirnya hentikan penebangan. Terutama batak menebang pohon yang dapat menangis itu.
 ”Saat itu saya memang kurang enak tubuh serta merasa kurang enak tubuh. Namun saya tidak tahu apakah faktor selesai pohon ditebang atau memang tubuh saya kurang fit, ” terang Baharudin.

 Setelah itu, entah siapa yang menyebarkan, gosip pohon dapat menangis itu menyebar. Satu diantara warga yang dekat dengan tempat, Eko Purdianto (35), mengakui baru kali ini ada tetesan air seperti hujan gerimis yang keluar dari pohon itu.
 ”Sejak tiga th. tinggal di sini baru kali ini ada titik air yang keluar dari pohon itu, sebelumnya tak pernah sama sekali, ” jelasnya. (*)