loading...

Khutbah tentang Wanita ini Bikin Geram Al Ghazali dan Yusuf Qardhawi



Tolong Bantu Share - Membahas wanita, sering kali orang-orang terbawa dalam dua titik ekstrem. Ada yang terlalu mengekang wanita sehingga hak-haknya tidak terpenuhi. Ada yang terlalu mengumbar sehingga melampaui batas.

Di Mesir, seorang khatib pernah berkhutbah tentang wanita. Ia mengatakan bahwa wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dalam tiga waktu.
“Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya untuk masa lalu ketika kaum wanita tidak keluar kecuali tiga kali. Yakni dari perut ibunya ke alam dunia, dari rumah orang tuanya ke rumah suaminya dan dari rumah suaminya ke liang lahat,” katanya dalam khutbah itu.
Mendengar hal ini, Syaikh Muhammad Al Ghazali geram. Sebab masa seperti itu bukanlah masa yang diberkahi.
“Semoga Allah tidak memberkahi masa itu. Dan semoga masa itu tidak terulang dalam sejarah Islam sebab yang demikian adalah masa jahiliah bukan masa Islam. Masa itu adalah kemenangan tradisi zalim dan bukan kelanjutan dari shirathal mustaqim,” tegas Al Ghazali.
Lantas Al Ghazali menyebutkan bagaimana hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa di zaman Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam, wanita muslimah bisa keluar dari rumah untuk berperan di banyak bidang.

Syaikh Yusuf Qardhawi juga menolak khutbah semacam itu sembari menyebutkan bahwa pengurungan wanita di dalam rumah adalah hukuman bagi wanita yang melakukan zina sebagaimana firman Allah dalam Surat An Nisa’ ayat 15.

Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah menyusun buku Tarhirul Mar’ah fi ‘Ashrir Risalah. Dalam buku berjumlah enam jilid itu, beliau menjelaskan tentang kebebasan wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pada jilid dua, Syaikh Abdul Halim Abu Syuqqah menyertakan puluhan hadits shahih yang menjelaskan peran shahabiyah di luar rumah. Mulai dari pergi ke masjid, menuntut ilmu, berdakwah, hingga ikut serta dalam berjihad.

Dalam urusan profesi, sebagian shahabiyah ada yang berkebun, menggembala ternak, menangani industri rumah tangga, usaha kerajinan, menjadi petugas kebersihan, hingga menjadi tenaga medis.

Tentu, ada syarat-syarat ketika beraktifitas di luar rumah sehingga kemuliaan wanita tetap terjaga. Inilah bedanya Islam dengan selainnya. Bahwa Islam tidak mengekang dan memenjarakan wanita, namun Islam juga tidak menelantarkan dan menjerumuskan wanita ke jurang kehinaan. Islam memuliakan wanita lebih dari agama dan paham apapun yang pernah ada di dunia. [Muchlisin BK/Webmuslimah]



sumber : webmuslimah.com