loading...

Penting ...!!! Jika Anda Muslim yg Baik Tolong Sebarkan Artikel Ini ....Jangan Melaknat Orang Yang Masih Hidup, Walaupun Dia K4fir Berikut Penjelasannya ..

Melaknat mukmin yang masih hidup yaitu dosa besar, seperti yang sudah diterangkan dalil-dalil. Serta melaknat orang k4fir yang masih hidup juga tak bisa, karena bisa jadi dia nantinya memperoleh hidayah serta mati dalam kondisi sebagai muslim mukmin.

Dalam sejarah, Umar bin khothob, Kholid bin Walid, Ikrimah bin Abu Jahl sebelumnya beberapa orang yang memerangi Islam, tetapi lalu jadi muslim.

Oleh karenanya saat nabi melaknat orang k4fir dengan menyebutkan namanya setiap saat beliau bangun dari rukuk pada rakaat terakhir sholat, sesudah mengatakan samiallohu liman hamidah beliau katakan mudah-mudahan Allah melaknat si fulan dan fulan dan fulan, turunlah ayat :

 " tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam soal mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena Sesungguhnya mereka itu beberapa orang yang zalim. " (Ali Imron : ayat 128)

 (dalam riwayat Al Bukhory pada bab tafsir)

Boleh melaknat orang k4fir yang sudah mati dalam kondisi tetaplah k4fir, bila laknat itu ada faidahnya
Misalnya untuk menerangkan serta menyatakan pada manusia mengenai kekufurannya untuk kepentingan agama.

Mengenai bila tak bila kepentingan agama, jadi melaknat atau mencemooh orang yang telah mati yaitu tak bisa, tak perlu serta tak ada gunanya. Karena nabi sudah bersabda :

 " Jangan sampai kalian mencemooh beberapa orang yang sudah mati, karena sebenarnya mereka sudah peroleh balasan tindakannya (saat masih hidup). " (HR. Al Bukhory)

Larangan melaknat orang lain
“Ketika seseorang hamba melaknat, laknatnya itu naik ke langit. Tetapi pintu-pintu langit tertutup. Lalu laknat itu juga bakal turun lagi ke bumi, tetapi pintu-pintu bumi sudah tertutup. Laknat itu lalu bergerak ke kanan serta ke kiri, bila tak memperoleh tempat berlabuh, dia bakal hampiri orang yang dilaknat, bila memang ia layak dilaknat. Tetapi bila tak, jadi laknat itu bakal kembali pada orang yang melaknat“ (Kisah Ahmad 3831)

“Laknat yang disampaikan seorang, diperuntukkan pada seorang yang lain, bila memanglah layak jadi laknat bakal mengenainya. Bila tak layak, jadi laknat bakal mengadu pada Allah : ‘Ya Rabb, saya (laknat) diperuntukkan pada si Fulan, tetapi saya tak temukan jalan untuk hingga padanya (lantaran tak layak dilaknat) ’ Jadi dikatakhan pada laknat : ‘Kembalilah pada tempat kau berasal‘

‘Orang-orang yang suka melaknat tidak akan memberi syafa’at serta tidak akan dibangkitkan sebagai syuhada di hari kiamat‘ (Abu Daud 4905)